Archive for Desember, 2007

SELAMAT NATAL 2007 DAN TAHUN BARU 2008

Hai, Dunia gembiralah

Sambutlah Rajamu

Selamat Natal 2007 dan Tahun Baru 2008

Damai Tuhan menyertai Kita semua…….

Add comment 19 Desember, 2007

Masa Depan Pendidikan (2)

Perkembangan Tekhnologi khususnya komputer mau tidka mau akan ‘menggantikan’ media belajar lainnya, peran buku, alat tulis, bahkan mungkin ‘guru’ akan mulai digeser dengan datangnya teknologi komputer. Komputer lambat laun menancapkan pengaruhnya di dunia pendidikan. Hal ini juga didukung harga perangkat komputer degan teknologi semakin lengkap namun dengan harga terjangkau.

Ke depan tuntuntan bagi guru bukan lagi meski mengetahui topik-topik sesuai bidang yang akan diajarkannya namun meski kreatif dan inovatif tentu dengan lebih sering mencari informasi lewat Internet terkait topik bahan ajar sesuai bidangnya. Informasi akan bergerak cepat, sangat cepat, maka orang yang mengetahui informasi lebih dululah yang akan ‘menguasai dunia’

Siapkan Anda sebagai guru mengikuti pesatnya perkembangan teknologi khususnya komputer ?

Add comment 17 Desember, 2007

Rahasia Kehidupan -The Secret

Rahasia KehidupanThe Secret

  • Anda harus mengisi papan tulis kehidupan Anda dengan apapun yang Anda inginkan
  • Satu-satunya hal yang perlu Anda lakukan hanyalah merasa baik sekarang juga
  • Semakin banyak Anda menggunakan daya kekuatan di dalam diri Anda, semakin banyak daya yang akan tertarik kepada Anda
  • Saat untuk merangkul keluarbiasaan Anda adalah sekarang
  • Kita berada di tengah zaman keagungan,Ketika kita melepaskan pikiran-pikiran yang membatasi, kita akan mengalami keluarbiasaan sejati manusia, dalam setiap bidang ciptaan kita
  • Lakukan apa yang Anda sukai. Jika Anda tidak mengethui apa yang membuat Anda gembira,tanyakan, “Apakah kegembiraan saya ?” Ketika Anda berkomitmen pada kegembiraan Anda, Anda akan menarik serangkaian hal yang menggembirakan karena Anda memancarkan kegembiraan.
  • Sekarang,setelah Anda mengenal pengetahuan Rahasia, apa yang akan Anda lakukan terserah pada Anda.Apapun yang Anda pilih adalah benar. Kekuatan milik Anda.

RhondaByrne

Add comment 12 Desember, 2007

Motivator membuat ‘BINGUNG’

Sudah beberapa tahun terakhir ini hampir di semua media massa muncul motivator-motivator yang dalam tulisannya menjanjikan banyak perubahan. Di samping motivator yang namanya sudah terkenal, banyak pula bermunculan motivator baru yang lebih mengkhususkan diri dalam bidang-bidang yang belum disentuh oleh motivator terdahulu, namun tidak sedikit yang  juga menekuni bidang yang sama dengan motivator terdahulu. Sah-sah saja sih, asal mereka kreatif mengemas ide-idenya sehingga pembaca/audience menjadi tertarik.

Gejala ini juga mulai nampak di dunia penerbitan, jika kita mengamati resensi buku-buku baru atau sekali-kali Anda ke toko buku, maka namaklah para penulis-penulis baru dengan beragam bidang berusaha ‘memotivasi’ calon pembaca untuk mulai ikut memasuki bidang-bidang, biasanya usaha/bisnis, yang menjanjikan.

Jika kita tidak berpikir secara lebih jernih, cermat maka kita akan menjadi ‘pemimpi’ yang ingin melahap ide-ide para motivator tsb dan merencanakan dalam ide-ide bisnis. Namun biasanya hanya sampai di situ saja.

KUNCI-nya menurut saya, bahwa semua masukkan para motivator tersebut memanglah baik, namun akan lebih baik lagi jikalau ide-ide yang mungkin sudah kita rencanakan sesuai bakat kita, mungkin juga kita senangi dapat kita  KERJAKAN. Sekecil apapun ide kita akan berarti jika kita mengerjakannya……ya benar mengerjakannya Do IT.

Selamat menuangkan ide bisnis anda tanpa bingung meski menuruti motivator siapa. Motivator hanyalah pemantik bagi kita, namun yang akan menjaga semangat kita tetap ‘membara’ adalah kita sendiri.

Salam Sukses

Add comment 10 Desember, 2007

Sulitnya Mencari Guru Komputer

Sudah beberapa tahun pelajaran ini sekolah-sekolah terutama SMP dan SMA sudah mewajibkan Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai salah satu Mata Pelajaran Utama terutama di kota-kota besar.  Hal itu tentu dipandang sebagai langkah positif pemerintah. Karena dengan demikian penghargaan TIK akan sejajar dengan mata pelajaran yang lain.

Terus JIka sudah diwajibkan, apa sih yang mempengaruhi keberhasilannya ? Keberhasilan Pendidikan TIK di sekolah ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya Kurikulum (perangkatnya yang jelas, mengikuti perkembangan tekhnologi serta terukur), guru yang kompeten terhadap materi yang akan diajarkannya dan tentu perangkat yang mendukung (Hardware dan Software).

Akhir-akhir ini kebutuhan guru TIK yang benar-benar kompeten cukup tinggi namun di pihak lain, lembaga atau universitas, sebagai sumber dari kebutuhan tsb belum ada, setahu penulis sampai saat ini belum ada Perguruan Tinggi Kependidikan yang membuka Jurusan Tekhnologi Informasi dan Komunikasi. Kalaupun ada pastilah PT dengan murni Jurusan Informatika.

Ketimpangan tersebut akhirnya menjadi peluang bagi PT Kependidikan untuk membuka kelas-kelas khusus bagi Sarjana yang berpengalaman mengajar TIK untuk mengambil AKTA mengajar. Diharapkan materi Bahan Ajar sudah dikuasai hanya diperlukan Ilmu Kependidikan (di dalamnya tentu ilmu mengajar). Dari situlah diharapkan menjadi sumber pengajar yang dapat menjawab kebutuhan.

Tergerakkah PT kependidikan membuka Jurusan Tekhnologi Informasi dan Komunikasi ? Seharusnya dengan melihat peluang ini mereka segera membukanya. Semoga

 (Wid-Kamis,6des07)

3 comments 6 Desember, 2007

Lowongan Guru Komputer (TIK)

Sebuah Lembaga Pendidikan Komputer berdomisili di Jakarta membutuhkan beberapa Staff Pengajar komputer  untuk ditempatkan di Jawa dan Sumatera.

Pengajar TK-SD

Persyaratan :

Pria-Wanita Usia Maksimal 27 th

Lulusan S1 semua Jurusan diutamakan Komputer atau Kependidikan

Menguasai Microsoft Office (Windows, Word, Excel, PowerPoint, Acces)

Lebih disukai menguasai Disain Webs

Menyukai Dunia Pendidikan

Siap ditempatkan di Jawa dan Sumatera

Pengajar SMP-SMA

Persyaratan :

Pria-Wanita Usia Maksimal 27 th

Lulusan S1 semua Jurusan diutamakan Komputer atau Kependidikan

Menguasai :

Microsoft Office (Windows, Word, Excel, PowerPoint, Acces)

FrontPages, Adobe Photoshop, Visual Basic, Pascal, Prog Akuntasi, Visio, Dream Weaver.

Menyukai Dunia Pendidikan

Siap ditempatkan di Jawa dan Sumatera

Yang berminat bisa mengirimkan CV ke HRD  satriyae@solusi.com

Paling lambat 14 Desember 2007.

4 comments 4 Desember, 2007

Promosi Malaysia tanpa Barongan

Protes bertubi-tubi dari masyarakat Indonesia tentang penggunaan seni Budaya Indonesia dalam pariwisata Malaysia, seperti Barongan-Reog Ponorogo, Angklung dll nampaknya mendapat tanggapan positif dari pemerintah Malaysia terbukti dengan dicabutnya kesenian Barongan dari Promosi pelancongan Malaysia. Apa positif negatifnya bagi Indonesia ?

Berita itu seperti dilansir oleh Kompas hari ini,

KUALA LUMPUR, SELASA - Kementerian Pelancongan Malaysia minta semua promosi pariwisata yang menampilkan kebudayaan asal Indonesia dihentikan.

Menteri Pelancongan Malaysia Adnan Tengku Mansor mengatakan langkah itu diambil guna meredakan kontroversi dan pembahasan atau perundingan yang akan dilakukan Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan warisan Malaysia dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, demikian harian Utusan Malaysia, Selasa (4/12).

“Tarian Barongan memang ada di Johor. Kalau lihat sejarah nenek moyang kita menjelajah dari satu pulau ke pulau dengan membawa budaya dan cara hidup seperti tarian tradisional dari Indonesia yang kini menjadi bagian seni budaya Malaysia,” kata Adnan.

“Zaman dulu mana ada batas antara Malaysia dan Indonesia, mana ada paspor dan tidak ada sistem imigrasi,” katanya kepada para wartawan.

Ia mengatakan pula, ketika delegasi Malaysia mempersembahkan tarian Endang di Osaka, Jepang, Departemen Luar Negeri dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI mengirim surat protes yang berisi mengingatkan bahwa tarian tersebut berasal dari Indonesia.

Kementerian Pelancongan dan Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia sudah mengatakan kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan ini.

Selain itu, Utusan Malaysia juga membuat karikatur percakapan dua laki-laki, “Barongan, tarian Endang dalam promosi pelancongan dihenti,” “Tempe masih bisa dimakan”.

Sementara Koran Berita Harian menurunkan berita bahwa Kementerian Pelancongan dan Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan akan duduk satu meja dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI untuk membahas kontroversi kesenian dan kebudayaan Indonesia-Malaysia.

    Ketika Menteri Jero Wacik dan Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Rais Yatim bertemu, Sabtu (10/11) di Kuala Lumpur mengatakan kepada ANTARA ,”Indonesia dan Malaysia itu satu rumpun. Kebudayaan dan kesenian relatif sama. Tidak masalah kesenian Indonesia dipentaskan Malaysia dalam forum internasional tapi harus jujur dikemukakan bahwa asalnya dari Indonesia”. (ANT/ABI)

Add comment 4 Desember, 2007

Silabus TIK SMA

Teman-teman berikut saya share-kan Silabus TIK SMA. Acuan dari pemerintah memang sangat mendasar, dalam arti kita bisa kembangkan agar lebih up to date,  terutama untuk sekolah-sekolah di kota besar.

Rekan-rekan guru bisa kembangkan sendiri sesuai lokasi sekolah masing-masing.

silabus-tik-sma.pdf

2 comments 3 Desember, 2007

Klaim Malaysia

Menyambung tulisan saya terakhir terkait klaim malaysia, ternyata memang ada benarnya. Mereka, Malaysia memang miskin seni budaya dan Indonesia, khususnya Jawa memiliki kekayaan budaya, penyebarannya ke Malaysia ditunjang denang Guru-guru dari Indonesia yang bekerja di Malaysia maka semakin menyebarlah kesenian Jawa di Malaysia.

Nah, Pemeritah kita semestinya introspeksi untuk memberi kesempatan kesenian kita berkembang di negeri sendiri.

Seperti tulisan pada Kompas Hari ini (senin, 3 Desember 2007) :

Keroncong dan Gamelan Digemari di Johor

Alunan keroncong dan stambul yang tergeser musik Top 40 di Republik Indonesia kini dapat dinikmati sepanjang malam hingga dini hari di Johor, Malaysia. Itulah ironi dari negeri kaya budaya Republik Indonesia. Di Indonesia, perhatian generasi muda terhadap seni asli sangat minim dan justru berkembang di negeri jiran.

Lebih dari satu dasawarsa, sejak pukul 22.00 waktu Johor, Radio Johor Best 104 milik pemerintah negara bagian khusus mengudarakan keroncong. Keroncong dan stambul Indonesia mengudara hingga pukul 02.00 tanpa boleh diselingi iklan!

Tenaga ahli Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Dwiono Hermantoro, di Johor Bahru yang ditelepon menjelaskan, pemerintah setempat melalui Yayasan Warisan Johor (Johor Heritage Foundation) mendukung bertumbuhnya kelompok seni keroncong dan gamelan di seluruh distrik di Johor.

“Siaran khusus keroncong dilakukan atas titah Sultan Johor. Sultan Tuanku Iskandar ibni Almarhum Sultan Ismail merupakan pencinta berat keroncong,” kata Dwiono yang mantan dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Jawa Tengah.

Perhatian serius diberikan Sultan Johor, antara lain, melalui lomba keroncong se-Johor tahun 2000. Dwiono menjelaskan, setidaknya ada sepuluh kelompok keroncong dan gamelan yang sudah kukuh berdiri di Johor yang didukung warga keturunan Jawa dan etnis lain.

“Pertama kali gamelan Jawa masuk di Johor melalui Kerajaan Lingga abad ke-18. Selanjutnya imigran Jawa membawa pelbagai seni budaya seperti kuda kepang, wayang orang, dan terakhir yang kini berkembang pesat adalah keroncong. Banyak lagu keroncong yang sudah tidak dikenal di Indonesia kini justru dimainkan di Johor,” kata Dwiono.

Salah satu kelompok keroncong yang terbaik berasal dari Distrik Batu Pahat yang dilatih Eddie Guntoro asal Semarang, Jawa Tengah.

Kepala Konselor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor P Budi Prakoso yang dihubungi secara terpisah mengakui, eksistensi seni keroncong dan gamelan di negara bagian Johor sangat dominan.

“Sultan Johor sangat mendukung perkembangan seni asal Indonesia. Banyak pakar kita sekarang bekerja di Johor di bidang seni dan sains seperti di UTM, yang merupakan ITB-nya Malaysia,” kata Budi.

Muhibah pascakonfrontasi

Dwiono menerangkan, perkembangan musik Indonesia di Malaysia modern tidak terlepas dari misi budaya pasca-konfrontasi. Sejak muhibah budaya tahun 1968 yang terus berlanjut hingga kini, pelbagai seni Indonesia diadaptasi masyarakat Malaysia.

“Lagu Rasa Sayange yang diributkan sejatinya diajarkan guru Indonesia yang dulu mengajar di sekolah-sekolah Malaysia. Demikian pula alat musik seperti angklung mulai dikenal di Malaysia tahun 1973 yang diserap sebagai budaya lokal,” kata Dwiono.

Dinamika keroncong dan gamelan Johor adalah ironi bagi Indonesia. Tengoklah sepinya Gedung Wayang Orang Barata di Jakarta dan Taman Sriwedari, Solo. Apresiasi seni di Indonesia makin minim, jangan-jangan kelak kita harus ke Johor untuk menikmati keroncong dan gamelan! (Iwan Santosa)

Usulan agar Budaya kita lestari :

1. Seni Budaya (lokal) dikenalkan di sekolah-sekolah. Mungkin diajarkan, ekstrakurikuler atau sekedar dikenalkan.

2. Diaktifkan kembali PORSENI antar sekolah, TK, SD, SMP maupun SMA.

3. Indonesian Idol, AFI, Stardut dll dapat menjadi contoh untuk adanya kontes-kontes Keroncong, Gamelan, Tanjidor, Degung, Angklung, Kulintang.

4. Radio-radio dan TV-TV mempunyai kewajiban moril untuk 25% waktunya menyiarkan kesenian lokal.

5. Praktisi-praktisi budaya lokal lebih diperhatikan

6. Sekolah pencetak Pendidik kesenian (SMKI, SMTI, SMSR dll) di perhatikan

(wid-3des07)

1 comment 3 Desember, 2007


Tulisan Terakhir

Kategori

Arsip

 

Desember 2007
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klik tertinggi

Blogroll

Feed