Posts filed under 'Motivasi'

Menciptakan kesempatan

Tulisan ini saya cuplikan dari tulisan seorang motivator, hanya lupa siapa yang menulis, ‘jika ada yang tahu bolehlah diingatkan’. Tulisan ini ditampilkan lebih ingin menyebarluaskan ‘ilmu’ ini dan  bertujuan memotivasi rekan-rekan pembaca……

Menciptakan kesempatan memang kedengarannya sangatlah beresiko, namun sebenarnya ini hanyalah salah satu bentuk ketrampilan mempertahankan/survival skill yang dimiliki setiap orang. Mulailah dengan tahap-tahap berikut ini, dipastikan Anda bisa menjadi lebih berani dalam melihat kebutuhan mendesak serta lantas terpacu untuk menciptakan kesempatan bagi diri sendiri:

1. Hitunglah jumlah pengeluaran ideal Anda dalam satu bulan. Masukkan semua pengeluaran, seperti: makanan, uang transport, sewa atau cicilan rumah tinggal, uang sekolah, pakaian dll.

2. Bagi pengeluaran tersebut dengan 30 hari (per bulan). Lantas bagi lagi dengan 10 jam kerja. Anda akan mendapatkan jumlah uang yang perlu Anda hasilkan per jamnya.

Misalnya:

Kebutuhan per bulan adalah Rp5.000.000,-.
Pengeluaran per hari (rata-rata) adalah Rp5.000.000,- : 30 hari = Rp166.700,-
Penghasilan per jam (asumsi 10 jam kerja) yang diperlukan untuk mencukupi di atas adalah Rp16.700,- untuk asumsi kerja 30 hari per bulan. Jika Anda bekerja 20 atau 25 hari per bulan, gunakan angka tersebut.

Mulailah dari angka ajaib per jam ini. Camkan di dalam benak bahwa Anda tidak bisa mempertahankan gaya hidup jika tidak menghasilkan sekian tersebut. Jadikan ini patokan Anda dalam memilih jenis bisnis dan menjalankannya dengan antusiasme.

Siapa bilang menciptakan kesempatan itu sulit? Mulai saja dari angka penghasilan per jam dan jalankan dengan cetak biru / blue print ini.

Anda Jadi Sukses tidak ditanggung, lho !!!!

Add comment 13 Oktober, 2008

Menciptakan Keheningan dalam keramaian

Hidup di kota besar seperti Jakarta, Surabaya atau kota besar yang lain, memanglah banyak permasalahan, semenjak kita bangun pagi sampai mau tidur di malam hari, atau bahkan saat tidurpun masih bertemu masalah.

Beberapa orang berkata ; hidup ini penuh dengan perjuangan. Yang lain berkata ; penuh dengan tantangan. Namun yang lain mengatakan; penuh dengan dinamika. Ucapan terakhir ini disampaikan oleh orang-orang yang berpikir positif.

Yang pasti hidup di kota besar dengan segala macam permasalahan, yang muncul dari dalam diri maupun dari luar diri kita, perlu disikapi dengan baik. Perlulah kita sikapi dengan memandang semua permasalahan secara positif.

Banyak orang tinggal di keramaian seperti Jakarta ini, namun merasa sepi, merasa sendiri, berkutat dengan kesibukannya sendiri.  Akhirnya banyak orang tidak dapat menikmati hidupnya, karena kurangnya ber sosialisasi dengan lingkungannya. Lambat laun orang merasa hambar hidup di kota besar ini, apa yang akan dituju ?

Hidup dalam kedamaian di tengah-tengah hiruk-pikuk keramaian perlu dengan siasat tertentu. Salah satunya, dengan menciptakan suasana hening. Hening dalam pengertian penulis berarti upaya kita untuk mengosongkan pikiran-pikiran negatif, menyerahkan seluruh kegiatan kita, dimulai pagi hari saat bangun tidur, saat-saat kita beraktivitas, dan seluruh hidup kita kepada Sang Pemberi Hidup. Pada saat kita berserah kepadaNya, kita yakini Dia Sang Pemberi Hidup telah mendampingi dan membimbing kita.

“Ajarilah Kami untuk selalu berserah kepadaMu”

(Wid-31Jan08)

Add comment 31 Januari, 2008

Bersyukur setiap hari

Memasuki tahun baru di tahun 2008 ini perlulah kita merenung semua kegiatan kita di tahun sebelumnya. Apakah yang saya buat bagi orang lain ? Apakah yang saya lakukan itu bermanfaat ? Apakah saya dapat memaksimalkan semua karunia-Nya ?

Merenung itu menurut saya sangat perlu, cobalah kita melihat perjuangan para pembalap dalam Formula1, disamping dibutuhkan perencanaan dan perhitungan yang cermat, didukung tim yang tangguh, tahu perannya masing-masing dan mengerjakan juga dengan tepat, tentulah dalam putaran balapan ada pitstop, fungsinya tentu untuk membenahi kerusakan-kerusakan, menyetel ulang dan mengganti ban atau bahkan menambah bahan bakar.

Dari pengalaman pembalap tsb nampaknya perlu pula bagi kita untuk sesekali memasuki pitstop perjalanan hidup kita, kita perlu mengisi bahan bakar semangat, memperbaiki kelemahan tahun sebelumya, merencanakan kembali yang belum terwujud, bahkan mungkin mengganti ‘bagian’ perencanaan kita yang belum terwujud dengan perencanaan baru. Perhentian untuk merenung ini dirasakan perlu agar segala kemampuan yang kita miliki dapat kembali full dan dapat dipacu untuk mengisi tahun baru dengan kondisi yang full.

Sudahkah kita mampir ke pitstop agar kita bisa full kembali ?

Add comment 4 Januari, 2008

Rahasia Kehidupan -The Secret

Rahasia KehidupanThe Secret

  • Anda harus mengisi papan tulis kehidupan Anda dengan apapun yang Anda inginkan
  • Satu-satunya hal yang perlu Anda lakukan hanyalah merasa baik sekarang juga
  • Semakin banyak Anda menggunakan daya kekuatan di dalam diri Anda, semakin banyak daya yang akan tertarik kepada Anda
  • Saat untuk merangkul keluarbiasaan Anda adalah sekarang
  • Kita berada di tengah zaman keagungan,Ketika kita melepaskan pikiran-pikiran yang membatasi, kita akan mengalami keluarbiasaan sejati manusia, dalam setiap bidang ciptaan kita
  • Lakukan apa yang Anda sukai. Jika Anda tidak mengethui apa yang membuat Anda gembira,tanyakan, “Apakah kegembiraan saya ?” Ketika Anda berkomitmen pada kegembiraan Anda, Anda akan menarik serangkaian hal yang menggembirakan karena Anda memancarkan kegembiraan.
  • Sekarang,setelah Anda mengenal pengetahuan Rahasia, apa yang akan Anda lakukan terserah pada Anda.Apapun yang Anda pilih adalah benar. Kekuatan milik Anda.

RhondaByrne

Add comment 12 Desember, 2007

Motivator membuat ‘BINGUNG’

Sudah beberapa tahun terakhir ini hampir di semua media massa muncul motivator-motivator yang dalam tulisannya menjanjikan banyak perubahan. Di samping motivator yang namanya sudah terkenal, banyak pula bermunculan motivator baru yang lebih mengkhususkan diri dalam bidang-bidang yang belum disentuh oleh motivator terdahulu, namun tidak sedikit yang  juga menekuni bidang yang sama dengan motivator terdahulu. Sah-sah saja sih, asal mereka kreatif mengemas ide-idenya sehingga pembaca/audience menjadi tertarik.

Gejala ini juga mulai nampak di dunia penerbitan, jika kita mengamati resensi buku-buku baru atau sekali-kali Anda ke toko buku, maka namaklah para penulis-penulis baru dengan beragam bidang berusaha ‘memotivasi’ calon pembaca untuk mulai ikut memasuki bidang-bidang, biasanya usaha/bisnis, yang menjanjikan.

Jika kita tidak berpikir secara lebih jernih, cermat maka kita akan menjadi ‘pemimpi’ yang ingin melahap ide-ide para motivator tsb dan merencanakan dalam ide-ide bisnis. Namun biasanya hanya sampai di situ saja.

KUNCI-nya menurut saya, bahwa semua masukkan para motivator tersebut memanglah baik, namun akan lebih baik lagi jikalau ide-ide yang mungkin sudah kita rencanakan sesuai bakat kita, mungkin juga kita senangi dapat kita  KERJAKAN. Sekecil apapun ide kita akan berarti jika kita mengerjakannya……ya benar mengerjakannya Do IT.

Selamat menuangkan ide bisnis anda tanpa bingung meski menuruti motivator siapa. Motivator hanyalah pemantik bagi kita, namun yang akan menjaga semangat kita tetap ‘membara’ adalah kita sendiri.

Salam Sukses

Add comment 10 Desember, 2007

Menetes Seperti Air (2)

Pertama-tama saya ucapkan banyak terimakasih atas tanggapan rekan2 tercinta pada tulisan saya Menetes Seperti Air.

Memang pada tulisan tersebut nampaknya untuk mendapatkan “kran” baru  seperti angan-angan saja yang sulit untuk mewujudkannya.  Tidak dipungkiri, kami sendiri mempunyai banyak kendala bahkan sampai saat ini, untuk membuat ‘kran’ baru masihlah sulit. Namun teman-teman, agar ide itu tidak ‘lenyap’ begitu saja, saya ingin membagikan hasil diskusi dengan dengan teman-teman yang lain  dan layaklah untuk saya bagi dalam Blog saya ini. Diskusi itu terkait “Faktor-faktor pendorong orang sukses”.

Dalam diskusi tersebut kami, kurang lebih 8 orang diminta menuliskan sebanyak-banyaknya faktor pendorong orang bisa sukses. Berikut pendapat teman-teman.

Orang sukses salah satunya ditentukan oleh :

Ketrampilan, Keuletan, Kedisiplinan, Tanggungjawab, Fokus, Kesetiaan,Kesabaran, kecerdikan, inovatif, kreatif, pintar melihat peluang, tekun, bersemangat, percaya diri……,…… dan lain-lain

Nah, setelah dicermati ternyata faktor utama orang bisa sukses itu ditentukan dari “dalam diri” sendiri dan bukan dari pihak lain.

Akhirnya sedikit saya cuplik tulisan yang menyemangati sbb :

Putuskan apa yang Anda inginkan. Yakini Anda bisa memilikinya. Yakini Anda berhak mendapatkannya, dan yakini bahwa ini tidak mustahil bagi Anda. Kemudian setiap hari pejamkan mata beberapa menit, visualisasikan Anda memiliki apa yang Anda inginkan tersebut, rasakan perasaan-perasaan sudah memilikinya. Keluarlah dari imajinasi itu, lalu fokuskan diri pada apa yang sudah Anda syukuri, dan sungguh-sungguh menikmatinya. Kemudian jalani hari Anda, dan lepaskan semuanya kepada Semesta dan percaya bahwa Semesta akan menemukan cara untuk mewujudkannya”.

JACK Canfield (The Secret)

Add comment 30 November, 2007

Menetes seperti Air

Di malam hari sehabis menyelesaikan tugas sepanjang hari, biasanya kami, saya, istri dan anak, mengisinya dengan ngobrol-ngobol sambil menonton TV. Anak saya dengan penuh semangat akan berceritera aktivitasnya pada hari itu, walaupun ngomong-nya belum terlalu jelas, maklum usianya belum genap 2 tahun, namun dengan lucunya dia akan mencoba menyita perhatian bapaknya, mungkin karena seharian tidak bertemu. Sementara istri dengan semangat juga ikut bercerita kegiatan hariannya. Tidak lupa pula Istriku menyiapkan makanan sederhana sebagai teman minum teh, seperti kebiasaan keluarga kami. Seru dan menyenangkan.

Malam ini suasananya agak berbeda, istri sedang bersungut-sungut menceriterakan susahnya mendapatkan air untuk kebutuhan kita. Padahal kebutuhan air sangatlah penting, baik untuk memasak, minum, mandi bahkan untuk mencuci. Sumur kami memang dipakai untuk dua keluarga, kami dan keluarga Ibu mertua, kebetulan rumah kami berdekatan.

Sambil mendengarkannya, muncul ide dari saya, ‘ups..bagaimana kalau kita sediakan banyak ember sehingga cucuran bahkan tetesan air dapat tertampung?. Untuk mendapatkan satu ember air dibutuhkan waktu hampir 2 jam dalam 1 kran air. Untunglah kami mempunyai 4 kran air, sehingga dengan menyalakannya bersamaan akan mendapatkan lebih banyak air. Dengan 4 kran maka harus disediakan 4 ember. Malam itu kami praktekkan ide tersebut, menyalakan semua kran dan menampung tetesan air dalam ember. Setelah itu kita tetap bisa meneruskan ngobrol-ngobrol sambil nonton TV dan bercengkerama.

Sambil meneruskan ngobrol-ngobrol, saya membayangkan kejadian tadi dan berkata dalam hati, ‘ seandainya kami hanya mempunyai 1 kran air, alangkah lamanya kebutuhan kami terpenuhi, sebaliknya jika kami punya 10 bahkan 100 kran air dari sumber yang berbeda alangkah cukupnya kebutuhan kami.

Dari kejadian tersebut, saya umpamakan kran air adalah sumber penghasilan keluarga. Sekiranya sumber utama penghasilan keluarga mulai menurun atau tinggal menetes bak tetesan air tadi sementara kebutuhan hidup relatif tetap tentulah kita harus mencari sumber ‘kran’ lain agar terpenuhi kebutuhan kita. Bayangkanlah apabila kita mempunyai sumber penghasilan aktif lebih dari 1 buah, bahkan mungkin 5, 10 atau bahkan belasan jumlahnya maka sambil kita menyibukkan dengan kegiatan kita sehari-hari, ‘air’ atau penghasilan kita akan mengalir, bahkan saat kita tidurpun ‘air’ tersebut menetes.. Mungkin sedikit demi sedikit namun dari sumber penghasilan yang cukup banyak, maka tetesan-tetesan tsb lama kelamaan akan menjadi sumber yang sangat mencukupi. Kita tetap harus mengawasi sumber ‘air’ tsb dari kemungkinan-kemungkinan terjadi ember bocor, air tumpah, kran macet, atau kerusakan lainnya. Begitupula dengan sumber penghasilan kita, harus kita jaga, rawat, perbaiki jika rusak agar tetap menetes ke kantong-kantong kita.
Agar kebutuhan kita terpenuhi, Sudahkah kita menyiapkan sumber-sumber “air” bagi keluarga kita ?

Ditulis oleh :
AS Widodo
cicuk@hotmail.com
Cijantoenk-26-November 2007

2 comments 27 November, 2007


Tulisan Terakhir

Kategori

Arsip

 

November 2009
S S R K J S M
« Agu    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Klik tertinggi

Blogroll

Feed