Posts filed under 'Umum'

Klaim Malaysia atas Tari Pendet

Setelah beberapa waktu yang lalu Malaysia meng-klaim Reog Ponorogo, Batik, Angklung sebagai produk negerinya maka akhir-akhir ini kita dibuat terpengarah dengan berita di media massa atas klaim Malaysia terhadap tari Pendet. Tari pendet dimunculkan dalam Iklan Pariwisata Malaysia dan jelas-jelas dicantumkan sebagai  etnhic traditional Malaysia.

Dalam wawancara dengan TVone tadi malam, production house dari iklan tersebut sempat ngeles dengan mengatakan bahwa mereka menceriterakan asal muasal batik hadir di Malaysia. PH tersebut membuat rangkaian ceritera, maka ada wayang, reog, keris dan tari Pendet. Alasan tersebut  sulit diterima akal orang-orang Indonesia.  Saat ditanya oleh Menteri Kebudayaan Indonesia, PH tersebut mengakui bahwa tari Pendet adalah tari asli dari Bali…nah…loh   bagaimana ini ? Mungkin mereka kesulitan mencari Budaya asli yang menarik untuk dimuat diiklan pariwisata mereka.

Lepas dari debat antara PH dengan pemerintah Indonesia yang nampaknya semakin memanas dan belum ada akhirnya, maka l ebih baik kita ambil hikmahnya saja.  Bagaimana seharusnya kita bersikap ? Menurut saya :

Pertama;  Sebagai warga biasa mulai dari saat ini mulailah mencintai budaya sendiri. Hal yang sederhana pakai produk sendiri, membeli kreasi bangsa sendiri, membeli VCD, CD lagu daerah, kesenian tarian  daerah yang ASLI tentunya. Pakai batik untuk atau bahan tekstil lokal lainnya seperti songket untuk baju keseharian, untuk seragam sekolah, seragam kerja atau sekedar baju sendiri.

Kedua; Instansti-intsanti terkait mendaftarkan hak paten atas budaya sendiri, baik kesenian, produk asli dalam negeri maupun pusaka kuliner dalam negeri.

Ketiga; Pribadi-pribadi yang menemukan produk asli mendaftarkan produk temuannya ke istanti yang berwenang secepatnya.

Keempat; Para penggiat seni berkreasi dengan memasukkan budaya-budaya lokal sehingga tetap menarik untuk dinikmati pada jaman ini.

Kelima; memasukkan kesenian tradisional sebagai ekstrakurikuler di sekolah-sekolah mulai dari sekolah dasar.

Keenam; mengadakan gelar budaya, festival Idol atau penari tradisional dan diliput media massa baik koran, majalah, radio maupun TV. Indonesian Idol saja yang notabene diambil dari American Idol mampu dilakukan, kenapa untuk tradisi sendiri tidak bisa ?

Nah, jika semua produk kreatif, kesenian, barang didaftarkan alias dipatentkan sebagai produk Indonesia dan banyak dari kita yang benar-benar memakai dan mencintai produk sendiri serta menghargainya maka tidak akan ada lagi klaim – mengklaim seperti ini. Malingsia eh…Malaysia tentu akan malu sendiri. Semoga…..

(Widodo – Cicuk- 25Agst09)

1 comment 25 Agustus, 2009

SELAMAT NATAL 2007 DAN TAHUN BARU 2008

Hai, Dunia gembiralah

Sambutlah Rajamu

Selamat Natal 2007 dan Tahun Baru 2008

Damai Tuhan menyertai Kita semua…….

Add comment 19 Desember, 2007

Promosi Malaysia tanpa Barongan

Protes bertubi-tubi dari masyarakat Indonesia tentang penggunaan seni Budaya Indonesia dalam pariwisata Malaysia, seperti Barongan-Reog Ponorogo, Angklung dll nampaknya mendapat tanggapan positif dari pemerintah Malaysia terbukti dengan dicabutnya kesenian Barongan dari Promosi pelancongan Malaysia. Apa positif negatifnya bagi Indonesia ?

Berita itu seperti dilansir oleh Kompas hari ini,

KUALA LUMPUR, SELASA - Kementerian Pelancongan Malaysia minta semua promosi pariwisata yang menampilkan kebudayaan asal Indonesia dihentikan.

Menteri Pelancongan Malaysia Adnan Tengku Mansor mengatakan langkah itu diambil guna meredakan kontroversi dan pembahasan atau perundingan yang akan dilakukan Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan warisan Malaysia dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, demikian harian Utusan Malaysia, Selasa (4/12).

“Tarian Barongan memang ada di Johor. Kalau lihat sejarah nenek moyang kita menjelajah dari satu pulau ke pulau dengan membawa budaya dan cara hidup seperti tarian tradisional dari Indonesia yang kini menjadi bagian seni budaya Malaysia,” kata Adnan.

“Zaman dulu mana ada batas antara Malaysia dan Indonesia, mana ada paspor dan tidak ada sistem imigrasi,” katanya kepada para wartawan.

Ia mengatakan pula, ketika delegasi Malaysia mempersembahkan tarian Endang di Osaka, Jepang, Departemen Luar Negeri dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI mengirim surat protes yang berisi mengingatkan bahwa tarian tersebut berasal dari Indonesia.

Kementerian Pelancongan dan Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia sudah mengatakan kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan ini.

Selain itu, Utusan Malaysia juga membuat karikatur percakapan dua laki-laki, “Barongan, tarian Endang dalam promosi pelancongan dihenti,” “Tempe masih bisa dimakan”.

Sementara Koran Berita Harian menurunkan berita bahwa Kementerian Pelancongan dan Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan akan duduk satu meja dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI untuk membahas kontroversi kesenian dan kebudayaan Indonesia-Malaysia.

    Ketika Menteri Jero Wacik dan Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Rais Yatim bertemu, Sabtu (10/11) di Kuala Lumpur mengatakan kepada ANTARA ,”Indonesia dan Malaysia itu satu rumpun. Kebudayaan dan kesenian relatif sama. Tidak masalah kesenian Indonesia dipentaskan Malaysia dalam forum internasional tapi harus jujur dikemukakan bahwa asalnya dari Indonesia”. (ANT/ABI)

Add comment 4 Desember, 2007

Klaim Malaysia

Menyambung tulisan saya terakhir terkait klaim malaysia, ternyata memang ada benarnya. Mereka, Malaysia memang miskin seni budaya dan Indonesia, khususnya Jawa memiliki kekayaan budaya, penyebarannya ke Malaysia ditunjang denang Guru-guru dari Indonesia yang bekerja di Malaysia maka semakin menyebarlah kesenian Jawa di Malaysia.

Nah, Pemeritah kita semestinya introspeksi untuk memberi kesempatan kesenian kita berkembang di negeri sendiri.

Seperti tulisan pada Kompas Hari ini (senin, 3 Desember 2007) :

Keroncong dan Gamelan Digemari di Johor

Alunan keroncong dan stambul yang tergeser musik Top 40 di Republik Indonesia kini dapat dinikmati sepanjang malam hingga dini hari di Johor, Malaysia. Itulah ironi dari negeri kaya budaya Republik Indonesia. Di Indonesia, perhatian generasi muda terhadap seni asli sangat minim dan justru berkembang di negeri jiran.

Lebih dari satu dasawarsa, sejak pukul 22.00 waktu Johor, Radio Johor Best 104 milik pemerintah negara bagian khusus mengudarakan keroncong. Keroncong dan stambul Indonesia mengudara hingga pukul 02.00 tanpa boleh diselingi iklan!

Tenaga ahli Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Dwiono Hermantoro, di Johor Bahru yang ditelepon menjelaskan, pemerintah setempat melalui Yayasan Warisan Johor (Johor Heritage Foundation) mendukung bertumbuhnya kelompok seni keroncong dan gamelan di seluruh distrik di Johor.

“Siaran khusus keroncong dilakukan atas titah Sultan Johor. Sultan Tuanku Iskandar ibni Almarhum Sultan Ismail merupakan pencinta berat keroncong,” kata Dwiono yang mantan dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Jawa Tengah.

Perhatian serius diberikan Sultan Johor, antara lain, melalui lomba keroncong se-Johor tahun 2000. Dwiono menjelaskan, setidaknya ada sepuluh kelompok keroncong dan gamelan yang sudah kukuh berdiri di Johor yang didukung warga keturunan Jawa dan etnis lain.

“Pertama kali gamelan Jawa masuk di Johor melalui Kerajaan Lingga abad ke-18. Selanjutnya imigran Jawa membawa pelbagai seni budaya seperti kuda kepang, wayang orang, dan terakhir yang kini berkembang pesat adalah keroncong. Banyak lagu keroncong yang sudah tidak dikenal di Indonesia kini justru dimainkan di Johor,” kata Dwiono.

Salah satu kelompok keroncong yang terbaik berasal dari Distrik Batu Pahat yang dilatih Eddie Guntoro asal Semarang, Jawa Tengah.

Kepala Konselor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor P Budi Prakoso yang dihubungi secara terpisah mengakui, eksistensi seni keroncong dan gamelan di negara bagian Johor sangat dominan.

“Sultan Johor sangat mendukung perkembangan seni asal Indonesia. Banyak pakar kita sekarang bekerja di Johor di bidang seni dan sains seperti di UTM, yang merupakan ITB-nya Malaysia,” kata Budi.

Muhibah pascakonfrontasi

Dwiono menerangkan, perkembangan musik Indonesia di Malaysia modern tidak terlepas dari misi budaya pasca-konfrontasi. Sejak muhibah budaya tahun 1968 yang terus berlanjut hingga kini, pelbagai seni Indonesia diadaptasi masyarakat Malaysia.

“Lagu Rasa Sayange yang diributkan sejatinya diajarkan guru Indonesia yang dulu mengajar di sekolah-sekolah Malaysia. Demikian pula alat musik seperti angklung mulai dikenal di Malaysia tahun 1973 yang diserap sebagai budaya lokal,” kata Dwiono.

Dinamika keroncong dan gamelan Johor adalah ironi bagi Indonesia. Tengoklah sepinya Gedung Wayang Orang Barata di Jakarta dan Taman Sriwedari, Solo. Apresiasi seni di Indonesia makin minim, jangan-jangan kelak kita harus ke Johor untuk menikmati keroncong dan gamelan! (Iwan Santosa)

Usulan agar Budaya kita lestari :

1. Seni Budaya (lokal) dikenalkan di sekolah-sekolah. Mungkin diajarkan, ekstrakurikuler atau sekedar dikenalkan.

2. Diaktifkan kembali PORSENI antar sekolah, TK, SD, SMP maupun SMA.

3. Indonesian Idol, AFI, Stardut dll dapat menjadi contoh untuk adanya kontes-kontes Keroncong, Gamelan, Tanjidor, Degung, Angklung, Kulintang.

4. Radio-radio dan TV-TV mempunyai kewajiban moril untuk 25% waktunya menyiarkan kesenian lokal.

5. Praktisi-praktisi budaya lokal lebih diperhatikan

6. Sekolah pencetak Pendidik kesenian (SMKI, SMTI, SMSR dll) di perhatikan

(wid-3des07)

1 comment 3 Desember, 2007

Batik, Angklung, Reog di klaim milik Malaysia

Adanya informasi yang didapat dari salah satu situs internet milik Kementerian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia yang menyebutkan bahwa kesenian reog Ponorogo adalah milik Pemerintah Malaysia sempat membuat resah warga Ponorogo.

Kejadian klaim ini bukan pertama kalinya dilakukan malaysia, beberapa waktu yll mereka meng-klaim Angklung sebagai alat musik mereka, juga LAgu rasa sayang-e.

Apa yang akan kita lakukan ? Menurut saya mudah saja, kayak Gus dur, biarin saja menreka meng-klaim. Namun harusnya kita(pemerintah) mematenkan segala kekayaan budaya Indonesia, sehingga dunia tahu kalau reog itu kesenian Indonesia begitupula, tari Bedoyo, tari srimpi, Tarub, Ledhek, termasuk ledhek Munyuk (Monyet).

Ke masa mendatang akhirnya Negara lain seperti Malaysia akan malu sendiri kalau meng-klaim kekayaan budaya Indonesia. Coba mereka klaim Jatilan, Mocopat, Uro-uro, langgam, tembang Dandanggulo atau yang lain. Aneh mungkin ya kalau tembang Dandanggulo dinyanyikan dengan cengkok Melayu!!. Malaysia juga kesulitan kalau mengklaim Barongsai sebagai kesenian asli negaranya, karena semua orang tahu asal dari barongsai.

Positif-nya.

Apapun setiap kejadian tentulah ada nilai positif yang bisa kita ambil, menurut saya semakin orang mengenal budaya kita (tapi gak klaim lho) maka semakin terangkatlah nama Indonesia dengan aneka ragam budayanya. Silahkan membayangkan seandainya Wayang Wong menjadi kesenian yang dipentaskan di negara Eropa, wuih…kayak konser Queen di Indonesia…. atau Ketoprak tampil di Negara bagian New South Wales, woiiiiii. Atau Ludruk Jawa Timur-an nge-trend di antara muda-mudi di Italy, kayak Liga Italy yang di gemari di Indonesia, atau Tanjidor yang tampil di Bremen Jerman……Mimpi kali yeeee

 Jadi semestinya kejadian klaim Malaysia ini menjadi pemacu kita untuk mematenkan semua kekayaan budaya asli Indonesia, sehingga semakin terlihat Malaysia yang miskin budaya namun mau kaya budaya dengan mencuri dari negara tetangga.

(Wid-yang sebel dengan tingkah Malingsia)

2 comments 30 November, 2007

Rahasia Relasi (The Secret)

Ringkasan Rahasia Relasi

Dicuplik dari The Secret-Rhonda Byrne

 Ketika Anda ingin menarik sebuah relasi, pastikan pikiran, kata-kata, tindakan, dansituasi lingkungan Anda tidak berlawanan dengan hasrta Anda

Tugas Anda adalah Anda. Kecuali jika Anda mengisi diri terlebih dahulu, Anda tidak memiliki apapun untuk diberikan kepada orang lain.

Perlakukan diri dengan cinta dan hormat, maka Anda akan menarik orang-orang yang menunjukkan cinta dan hormat kepada Anda

Ketika Anda merasa buruk terhadap diri sendiri, Anda menghalangi cinta, dan Anda akan menarik lebih banyak orang dan situasi yang akan terus membuat Anda merasa buruk terhadap diri sendiri

Fokuskan pada kualitas-kualitas yang Anda sukai dari diri Anda maka hukum tarik-menarik akan menunjukkan lebih banyak hal yang hebat tentang Anda

Agar relasi berjalan dengan baik, fokuskan pada apa yang Anda hargai dari orang lain, dan bukan pada keluhan Anda. Ketika Anda berfokus pada kekuatan orang lain. Anda akan mendapat lebih banyak kekuatan dari mereka.

Add comment 15 November, 2007


Tulisan Terakhir

Kategori

Arsip

 

November 2009
S S R K J S M
« Agu    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Klik tertinggi

Blogroll

Feed